Kegunaan dan Efek Samping Dari Obat Diabetes

Bagi anda yang terkena diabetes, banyak sekali jenis obat diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah anda. Baik itu obat gula darah kimia maupun obat gula darah alami.

Saat ini obat diabetes pun sudah beragam jenisnya di pasaran. Baik yang menggunakan resep dokter maupun yang dapat dibeli sendiri di apotek.

Disini kami akan mengulas tentang beberapa obat gula darah yang banyak digunakan oleh diabetesian lengkap dengan cara penggunaan dan efek sampingnya.

ACTOS
Penggunaan dan Efek Sampingnya

“Actos disarankan oleh para dokter untuk mengatur kadar gula darah guna pengobatan Diabetes Tipe 2. Produsen pembuat Actos ini bernama Takeda Pharmaceuticals, sebuah produsen obat yang sangat terkenal. Sayangnya, penggunaan jangka panjang dari Actos ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan yang serius, termasuk kanker kandung kemih, yang menyebabkan adanya tuntutan terhadap Takeda.”

Apa itu Actos?
Actos (pioglitazone) adalah sebuah obat diabetes oral dalam bentuk tablet yang ditujukkan untuk penderita diabetes tipe 2. Obat ini tidak ditujukkan untuk pengobatan diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetik. Biasanya, dosis Actos ini dimulai pada 15 mg atau 30 mg dan aturan minumnya sehari sekali.
Beberapa penderita diabetes tipe 2 yang membutuhkan dosis Actos yang tinggi, secara bertahap dapat meningkatkan dosis penggunaan Actos ini mulai dari 15 mg, dengan dosis maksimum adalah 45 mg.
Beberapa efek positif yang bisa didapatkan dari konsumsi Actos ini adalah :
• Mengurangi resistensi insulin dan menurunkan glukosa yang diproses di dalam hati.
• Memungkinkan tubuh untuk membuang kelebihan gula darah lebih baik.
• Membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.
• Dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan obat-obatan diabetes tipe 2 yang lain seperti metformin.

Perhatian dan Penggunaan Actos
Setelah diterima oleh FDA (Food and Drug Administration) U.S pada tahun 1999, obat diabetes tipe 2, Actos, menjadi obat “best-selling” pada saat itu. Mereka menggunakan aturan diet dan olahraga dalam upaya untuk mengontrol kadar gula darah. Walaupun menjadi obat diabetes “best-selling”, muncul juga isu kontroversial terkait dengan sejumlah efek samping serius yang ditimbulkan oleh Actos ini, diantaranya seperti gagal jantung kongestif, ginjal dan yang marak adalah kanker kandung kemih.
Eli Lilly bekerja sama dengan Takeda untuk memasarkan obat ini dan alhasil obat ini berhasil menjadi salah satu obat diabetes paling sukses sepanjang masa. Sebelum produsen Actos, yaitu Takeda Pharmaceuticals kehilangan hak patennya pada tahun 2011, penjualan Actos di Amerika berada pada angka $3.58 milyar.
Namun, yang menjadi kekhawatiran produsen Actos saat itu adalah tentang isu efek samping dari obat gula darah ini, yaitu kanker kandung kemih. Pada bulan Agustus 2011, FDA mengharuskan Takeda untuk memberi peringatan dan pencegahan pada label obat Actos dimana penggunaan jangka panjang selama lebih dari 1 tahun pada seseorang yang mengonsumsi Actos dapat meningkatkan resiko kanker kandung kemih.

Kanker Kandung Kemih Akibat Konsumsi Actos
Sebuah penelitian bernama BMJ menerbitkan studi terbaru tentang pioglitazone pada Mei 2012. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mengonsumi Actos dalam jangka panjang memiliki resiko 83% lebih tinggi terkena kanker kandung kemih dibanding mereka yang tidak.
Sebelum tahun 2012 sebenarnya sudah muncul beberapa penelitian, bahkan Takeda sendiri meneliti tentang Actos dan kaitannya dengan kanker kandung kemih. Pada saat itu, uji coba dilakukan pada hewan tikus jantan, yang ternyata memang terdeteksi bahwa ada tumor kandung kemih setelah menerima obat gula darah ini.
Menurut FDA, dalam dua studi selama 3 tahun (studi tentang keselamatan hati dan studi proaktif), para peneliti mencatat bahwa kanker kandung kemih memang dialami oleh mereka para pasien yang mengonsumsi Actos dibandingkan mereka yang mengonsumsi obat gula darah yang lain.
Actos memiliki “black-box” atau sebuah peringatan untuk pasien yang menderita gagal jantung. Diketahui bahwa Actos dapat memperburuk kondisi. Pasien dengan riwayat gagal jantung harus selalu dipantau ketika akan mengonsumsi Actos sebagai obat diabetes atau gula darahnya.

Actos juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pasien dengan gagal jantung simtomatik, stadium III atau IV.
Adapun gejala gagal jantung kongestif yaitu meliputi :
• Penambahan berat badan dalam waktu singkat.
• Kesulitan bernafas (dyspnea).
• Retensi cairan dan pembengkakan (edema).

Efek Samping Konsumsi Actos
Selain dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan gagal jantung kongestif, Actos juga memiliki beberapa efek samping lain yang juga berbahaya seperti gagal ginjal kronis, laktat asidosis dan patah tulang.

-Penyakit Gagal Ginjal Kronis
Para peneliti dari Kaohsiung Medical University Taiwan menerbitkan sebuah studi di PLoS One. Mereka menemukan bahwa mengonsumsi obat diabetes tipe 2 dapat meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal kronis. Studi ini diikuti oleh 35.000 pasien diabetes dari tahun 2005 sampai 2009. Didapatkan, ternyata orang dengan diabetes yang mengonsumsi Actos 4 kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit ginjal daripada mereka yang tidak.

-Laktat Asidosis dan Pengeroposan Tulang
Wanita yang mengonsumsi Actos ternyata rentan untuk terkena patah tulang, terutama di tangan, di kaki yaitu sekitar pergelangan kaki dan juga kaki bagian bawah.

-Gagal Liver
Dari beberapa pasien yang mengonsumsi Actos, ada yang melapor bahwasannya mereka mengalami gejala gagal liver baik yang fatal maupun non fatal. Namun, berdasarkan label peringatan dan pencegahan di kemasan Actos sendiri, belum ada yang bisa membuktikan bahwa Actos dapat menyebabkan masalah liver. Namun, dokter juga tetap harus memantau dan menguji kondisi liver pasien setiap kali mereka akan periksa dan meresepkan obat untuk mengamati ada tidaknya gejala kerusakan hati, yaitu :
• Kelelahan
• Anoreksia
• Perut bagian atas terasa tidak nyaman
• Urin gelap
• Kulit dan mata menguning

Dosis dan Kontraindikasi Actos
Menurut Actos Prescribing Information, dikatakan bahwa Actos tidak boleh digunakan ataupun dikonsumsi oleh pasien gagal jantung kelas III atau IV.
Actos dikonsumsi 1 kali dalam 1 hari. Dokter akan memberi tahu kapan waktu terbaik untuk mengonsumsinya dan tidak selalu harus dibarengi dengan makanan tertentu.
Actos tersedia dalam dosis 15 mg, 30 mg dan 45 mg.

Tuntutan Hukum Terhadap Takeda
Ribuan orang telah mengambil langkah yaitu dengan menuntut secara hukum yang diajukan kepada Takeda Pharmaceuticals dan Elli Lilly setelah dokter mendiagnosis mereka menderita kandung kemih.
Dalam sidang federal yang pertama, hakim bernama Lousiana memberikan $9 miliar untuk ganti rugi dan $1,5 juta untuk kompensasi kepada Terrence Allen, mantan penjaga toko di New York yang mengaku bahwa Actos telah menyebabkan dirinya menderita kanker kandung kemih. Pengacara Allen sendiri mengatakan bahwa perusahaan ini lebih peduli untuk membuat uang dibandingkan memikirkan keselamatan pasien.
Pada April 2015, pihak Takeda sepakat untuk menyelesaikan ribuan klaim Actos tentang kanker kandung kemih sebesar $2.37 miliar. Gugatan tersebut dilakukan secara masal oleh salah satu pemukiman farmasi terbesar di Amerika Serikat. Rekor penyelesaian Actos ditutup dengan sekitar 9000 kasus, yang berarti sekitar $275,000 diberikan kepada mereka (per 1 orang) yang melakukan gugatan. Namun, beberapa penggugat memilih bahwa kasus diselesaikan pada bulan September 2015.

GLIMEPIRIDE
Penggunaan dan Efek Sampingnya

Apa itu Glimepiride?
Glimepiride merupakan obat oral yang digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Glimepiride termasuk dalam kelompok obat yang disebut dengan sulfonilurea, dimana obat ini membantu untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara pankreas dibantu untuk memproduksi insulin. Dimana pankreas ini adalah organ alami yang berfungsi untuk memecah gula dalam tubuh. Hal ini juga dapat membantu penggunaan insulin tubuh menjadi lebih efisien.
Glimepiride hadir dalam bentuk tablet dan dikonsumsi sehari sekali setelah sarapan.
Beberapa fungsi dari glimepiride yakni sebagai berikut :
• Mengontrol gula darah tinggi.
• Membantu mencegah kerusakan ginjal.
• Membantu mencegah kebutaan.
• Membantu masalah saraf.
• Membantu masalah fungsi seksual.

Informasi Genetik tentang Glimepiride
G6DP adalah enzim yang ada di dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk membantu sel darah merah agar berfungsi dengan benar. Beberapa pasien ada yang memang lahir sudah kekurangan enzim di dalam tubuh mereka. Hal ini ternyata dapat berdampak pada hancurnya sel darah merah. Ketika glimepiride diberikan kepada pasien dengan defisiensi G6PD, ternyata mereka memiliki kesempatan lebih tinggi mengalami anemia hemolitik, yaitu suatu kondisi dimana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk memberikan oksigen ke jaringan tubuh.

Nama dagang dari Glimepiride

Glimepiride hadir dipasaran dengan beberapa nama dagang diantaranya sebagai berikut, Amaryl, Avandaryl dan Duetact.

Efek Samping Pemakaian Glimepiride
Efek samping yang umum dirasakan setelah mengonsumsi glimepiride ini adalah seperti sakit kepala, lemah dan mual. Glimepiride juga dapat menyebabkan pusing. Disarankan untuk tidak mengemudi ketika sedang mengonsumsi obat ini.
Namun jika terjadi gejala efek samping yang lebih parah dibandingkan efek samping umum diatas, seperti mata atau kulit menguning, nyeri perut, pendarahan atau memar, ada tanda infeksi, berat badan menjadi meningkat drastis dan kejang, maka segeralah hubungi tenaga medis untuk penanganan lebih lanjut.

Glimepiride walaupun dapat menurunkan kadar gula darah tinggi, namun untuk pemakaian yang tidak benar, mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah). Hal ini dapat terjadi jika pasien tidak mengonsumsi atau makan cukup kalori atau melakukan olahraga berat diluar olahraga yang biasa dilakukan.

Gejala hipoglikemia itu termasuk berkeringat secara tiba-tiba, gemetar, detak jantung cepat, mudah lapar, penglihatan kabur, pusing dan kesemutan pada kaki. Jika seorang pasien mengalami tanda-tanda tersebut setelah mengonsusmi Glimepiride, maka dianjurkan untuk secepatnya mengonsumi gula atau makanlah permen.
Adapun beberapa pasien yang memang mengalami gejala alergi pada Glimepiride, seperti :
• Memunculkan reaksi hipersensitivitas.
• Sulit bernapas atau menelan.
• Suara menjadi serak.
• Timbul ruam atau gatal-gatal.
• Terjadi pembengkakan.

Penggunaan Glimepiride
Glimepiride dihadirkan dalam bentuk tablet dan biasanya dikonsumsi satu kali sehari setelah makan. Jangan mengonsumsi dua butir glimepiride dalam waktu yang sama walaupun melewatkan waktu konsumsi sebelumnya. Kisaran dosis yang dianjurkan untuk konsumsi glimepiride adalah 1-8 glimepiride mg/hari.

Demikian informasi tentang obat diabetes, salam sehat!

Sumber :

Drugwatch : http://www.drugwatch.com/actos/

Webmd : http://www.webmd.com/drugs/2/drug-12271/glimepiride-oral/details#uses

NLM nih gov :  http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/meds/a696016.html

 

Related Post

Obat Alami Diabetes Ini Terbukti Turunkan Gula Dar... HERBIBET JAMU TRADISIONAL DIABETES KENALI DIABETES SEJAK DINI Herbibet merupakan ramuan herbal untuk DIABETES yang diracik dengan ...

One thought on “Kegunaan dan Efek Samping Dari Obat Diabetes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *